Skip to main content
panitia seminar A

SEMINAR NASIONAL “MANAJEMEN LIMBAH MEDIS LABORATORIUM KLINIS DALAM UPAYA MEMINIMALISIR INFEKSI NOSOKOMIAL“

Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius harus di kelola dengan baik. Pengolahan limbah rumah sakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang diutamakan adalah sterilisasi, yakni berupa pengurangan dalam volume, penggunaan kembali dengan sterilisasi lebih dulu, daur ulang dan pengolahan.  Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengolahan limbah adalah pemisahan limbah, penyimpanan limbah, penanganan limbah dan pembuangan limbah.

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tindakan atau upaya pencegahan penularan penyakit infeksi adalah tindakan yang paling utama. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan dengan cara memutuskan rantai penularannya. Rantai penularan adalah rentetan proses berpindahnya mikroba patogen dari sumber penularan (reservoir) ke pejamu dengan/tanpa media perantara. Sehingga diperlukan pendidikan dengan tujuan memberikan wawasan dan pemahaman mengenai manajemen laboratorium pendidikan kesehatan terkait laboratorium patologi klinis agar mengurangi infeksi yang diperoleh dari rumah sakit serta pengelolaan limbah lingkungan hidup dari limbah kimia dan klinis.

Pada hari Minggu tanggal 13 Mei 2018, Mahasiswa Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan Seminar Nasional yang berjudul “MANAJEMEN LIMBAH MEDIS LABORATORIUM KLINIS DALAM UPAYA MEMINIMALISIR INFEKSI NOSOKOMIAL” yang diselenggarakan di Auditorium Prof. Dra. Hj. Siti Baroroh Baried Gedung A Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah  Yogyakarta. Seminar ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan manajemen limbah medis laboratorium klinis dilingkup kerja untuk meminimalkan terjadinya infeksi nosokomial.

tarian Bajidor Kahot
tarian Bajidor Kahot

Acara seminar nasional dihibur dengan tarian Bajidor Kahot (kombinasi dari Tari Ketuk Tilu dan Tari Jaipongan sebagai dasar dari gerakan) yang berasal dari daerah Jawa Barat yang diperembahkan oleh mahasiswi semester 4 Prodi D4 TLM Universitas ‘Aisyiyah  Yogyakarta serta dilanjutkan sambutan dan pemukulan gong oleh Bapak Putra Adi Irawan, S. ST., M. Si selaku dosen Prodi TLM.

Pemukulan Gong (simbol acara resmi dimulai)
Pemukulan Gong (simbol acara resmi dimulai)

Pada materi pertama, Bapak Hari Waluyo, SKM., M.Sc menyampaikan tentang Manajemen Laboratorium Pendidikan Tenaga Kesehatan. Beliau menjelaskan bahwa aspek menajemen pendidikan dikelompokkan menjadi: Manajemen sumber daya manusia mulai dari (Tata ruangan  awal, Peralatan dari laboratorium, Aministrasi laboratorium, Tenaga dilaboratorium harus disiplin, dikirim untuk mengikut pelatihan); Peraturan serta penataan laboratorium; Di laboratorum harus ada ruang persiapan, ruang peralatan, ruang penyimpanan (bahan kimia), ruang menimbang, ruang teknisi (menyelsaikan adminisarsi di ruang teknisi), ruangnya harus diberi penahan  untuk alat-alat yang khusus. Untuk mengetahui jika alat sudah terpapar mikroba dapat dialukan dengan tes usap alat.

Pemateri 1 Bapak Hari Waluyo, SKM., M.Sc
Pemateri 1 Bapak Hari Waluyo, SKM., M.Sc

Materi kedua disampaikan oleh dr. Aji Bagus W., M.M.R. tentang Manajemen Kajian Laboratorium Patologi Klinis. Beliau menjelaskan, Laboratorium Patologi Klinis ini membantu mendiagnosa, laboratorium didalam kesehatan terbagi dua (Laboratorium kesehatan: pengujian bahan yang berasal dari manusia dan Laboratorium lingkungan: pemeriksaan. Mikrobiologi. Hal ini bertujuan untuk mutu pelayanan: Analitik (Proses administarsi, persiapan sampel, pengumpulan dan penanganan sampe), Pra Analitik (Reagennya, Control dll), Pasca Analitik (Hasil pemeriksaan).

Penyerahan kenang-kenangan kepada dr. Aji Bagus W., M.M.R. oleh Ibu Isnin Aulia Ulfah M., S.Si., M.Sc
Penyerahan kenang-kenangan kepada dr. Aji Bagus W., M.M.R. oleh Ibu Isnin Aulia Ulfah M., S.Si., M.Sc

Peserta seminar juga dibekali pengetahuan mengenai “Manajemen Pengelolaan Limbah Kimia dan Klinis” yang disampaikan oleh Bapak Joko Budiyono, S.ST. Beliau menjelaskan, untuk penanggulangan limbah harus dipisahakan dan petugas harus bersertifikat dan mempunyai izin. Pengelolaan limbah klinis dimulai dari pemisahan dan tempat (penampung), sarana penampungan limbah medis harus memadai. Misal: pemadatan (tidak dilakukan pada limbah infeksius dan benda tajam seperti speed).

Penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Joko Budiyono, S.ST oleh Bapak Putra Adi Irawan, S. ST., M. Si
Penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Joko Budiyono, S.ST oleh Bapak Putra Adi Irawan, S. ST., M. Si

Menurut Bapak Uki Wulanggita, S.ST, dalam memanajemen standar Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dalam penanganan limbah kimia dan klinis, K3 tidak hanya berhubungan dengan alat tetapi pada diri kita sendiri. Tujuan K3: Sehat, Aman. Teori penyebab kecelakaan: Alat, lingkungan (limbah kimia mempunyai penampungan khusus).

Penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Uki Wulanggita, S.ST oleh ketua pelaksana
Penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Uki Wulanggita, S.ST oleh ketua pelaksana

Demikian serangkaian acara Seminar Nasional “MANAJEMEN LIMBAH MEDIS LABORATORIUM KLINIS DALAM UPAYA MEMINIMALISIR INFEKSI NOSOKOMIAL”. Jangan lupa update terus website kami dan sampai jumpa pada Seminar Nasional selanjutnya dengan tema yang lebih menarik. (SNurk)

Salam Dasyat, Salam Semangat!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *