Skip to main content
buah naga

KULIT BUAH NAGA DETEKSI BORAKS DAN FORMALIN

Siapa yang tidak mengenal buah naga? Buah naga dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari mencegah wasir, melancarkan pencernaan, pencegah diabetes, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Buah ini selain sumber vitamin, juga kaya akan kandungan antioksidan. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi buah naga dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes.

Buah naga atau dalam bahasa inggris bernama pitaya adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Hal lain yang menarik dari buah naga ini adalah selain buah, kulitnya ternyata juga kaya akan antioksidan dan senyawa metabolit sekunder yang dimungkinkan akan banyak menghasilkan manfaat jika di produktifkan. Namun sayangnya kulit buah ini jarang sekali dikonsumsi maupun di produktifkan sehingga menghasilkan manfaat dan berdayaguna. Untuk mendayagunakan perlu pengembangan penelitian mengenai kulit buah naga serta inovasi dan kreatifitas sehingga nantinya semua orang akan memanfaatkan kulit dan tidak hanya membuangnya tanpa manfaat. Akhir-akhir ini telah banyak diberitakan bahwa, kulit buah naga dapat digunakan sebagai pendeteksi formalin dan boraks dalam sebuah makanan.

kulit buah naga

Cara mendeteksi formalin atau boraks menggunakan kulit buah naga:

Pertama, makanan direndam terlebih dahulu dalam air yang dicampur kulit buah naga, kemudian jika makanan itu menggunakan formalin atau boraks akan memberikan warna merah yang lebih lama pada kertas tisu, dibanding dengan makanan tanpa formalin.

Proses pendiaman makanan dalam air kulit buah naga dilakukan selama 10 menit, sehingga warna tisu akan semakin terlihat merah, sedangkan bagi makanan yang tidak mengandung formalin akan tetap terlihat putih.

Untuk pentol bakso yang mengandung boraks, dalam percobaan itu akan terlihat warna ungu pudar, dan pentol yang tidak mengandung boraks warnanya merah muda. Selain itu, praktik pada teh yang mengandung boraks akan menjadi coklat, dan yang tidak mengandung boraks akan menjadi merah muda.

Sumber :
1. http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jawa-timur/13/05/21/mn5anm-deteksi-formalin-siswa-gresik-gunakan-kulit-buah-naga
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Buah_naga
3. http://www.andasehat.com/wp-content/uploads/2014/10/manfaat-kulit-buah-naga.jpg
4. https://idahceris.files.wordpress.com/2012/02/buah-naga-duo.jpg