Dalam dunia pendidikan kesehatan, penilaian kompetensi tidak cukup hanya melalui ujian tulis. Mahasiswa perlu dinilai secara langsung dalam menerapkan keterampilan, sikap profesional, dan pengambilan keputusan klinis. Salah satu metode penilaian yang kini semakin mendapat perhatian adalah Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
OSCE menjadi topik penting karena mulai diterapkan secara lebih luas, termasuk dalam skema OSCE nasional. Kondisi ini menuntut perguruan tinggi, termasuk program studi kesehatan, untuk menyiapkan mahasiswa dengan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Mengenal OSCE sebagai Uji Kompetensi
OSCE merupakan metode evaluasi keterampilan klinik yang dilakukan melalui beberapa stasiun. Di setiap stasiun, mahasiswa dihadapkan pada skenario tertentu dan diminta menunjukkan kemampuan praktik sesuai standar. Penilaian dilakukan secara objektif menggunakan rubrik yang telah ditetapkan. Keunggulan OSCE terletak pada kemampuannya menilai kompetensi nyata, bukan sekadar hafalan teori. Melalui OSCE, dosen dapat melihat bagaimana mahasiswa berkomunikasi, mengikuti prosedur, menjaga keselamatan kerja, dan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Mengapa OSCE Nasional Menjadi Isu Penting?
Penerapan OSCE pada tingkat nasional bertujuan untuk menyamakan standar kompetensi lulusan di seluruh Indonesia. Dengan adanya OSCE nasional, lulusan diharapkan memiliki kualitas keterampilan yang setara, siap bekerja, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Namun, OSCE nasional juga membawa tantangan. Mahasiswa yang belum terbiasa dengan pola penilaian OSCE berpotensi mengalami tekanan tinggi, bahkan gagal menunjukkan kompetensi terbaiknya. Oleh karena itu, kesiapan mahasiswa menjadi faktor kunci dalam keberhasilan OSCE nasional.
Peran Strategis OSCE Pra-Klinik
Salah satu langkah penting untuk menjawab tantangan tersebut adalah penerapan OSCE pra-praktik klinik. OSCE ini dilakukan sebelum mahasiswa terjun ke praktik klinik atau praktik kerja lapangan, dengan tujuan sebagai tahap persiapan dan pemetaan kemampuan. OSCE pra-praktik klinik berfungsi sebagai:
- Latihan awal agar mahasiswa memahami alur dan standar OSCE,
- Deteksi dini terhadap kekurangan keterampilan yang perlu diperbaiki,
- Penguatan kepercayaan diri sebelum menghadapi situasi praktik nyata.
Dengan adanya OSCE pra-praktik klinik, mahasiswa tidak lagi “kaget” saat menghadapi OSCE nasional. Mereka sudah familiar dengan format, manajemen waktu, serta tuntutan performa yang diharapkan.
Membangun Keseriusan Mahasiswa Secara Bertahap
Sering kali muncul anggapan bahwa menjadikan OSCE sebagai syarat kelulusan adalah satu-satunya cara agar mahasiswa bersikap serius. Padahal, keseriusan yang berkelanjutan justru lebih efektif dibangun melalui proses bertahap. OSCE pra-praktik klinik memungkinkan mahasiswa belajar dari kesalahan dalam suasana yang lebih aman dan edukatif. Mahasiswa diberi kesempatan remedial dan pendampingan, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan tanpa menghambat masa studi. Pendekatan ini tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga proses pembentukan kompetensi yang matang.
Manfaat OSCE bagi Mahasiswa dan Program Studi
Bagi mahasiswa, OSCE membantu mengembangkan keterampilan praktik, komunikasi, dan profesionalisme. Bagi program studi, OSCE menjadi alat evaluasi mutu pembelajaran dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja serta uji kompetensi nasional. Melalui penerapan OSCE yang terencana, program studi dapat menyesuaikan kurikulum, memperkuat praktikum, dan meningkatkan kualitas pembimbingan mahasiswa.
Menuju Lulusan yang Siap dan Percaya Diri
OSCE nasional bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan mutu lulusan. Kuncinya terletak pada persiapan yang sistematis, salah satunya melalui OSCE pra-praktik klinik sebagai tahap transisi yang penting. Dengan pembiasaan sejak dini, mahasiswa tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga siap secara mental dan profesional. Inilah langkah strategis untuk mencetak lulusan kesehatan yang kompeten, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat nasional.
“Melalui penerapan OSCE yang bertahap dan terencana, pendidikan kesehatan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya lulus ujian, tetapi benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik.”



